fbpx

Jurus Keempat: YouTube

Popularitas Youtube kian hari kian menanjak terutama di kalangan remaja. Menurut pew Di kalangan remaja usia belasan tahun, Youtube yang merupakan sarang para influencer dan vlogger ternyata memiliki daya pikat lebih kuat daripada Facebook. Penelitian Pew menyebut 85 persen remaja usia 13-17 tahun lebih senang membuka Youtube.

Maka, banyak orang percaya youtube adalah salah satu platform yang tepat untuk pemasaran.

Jurus keempat ini kurang lebih sama dengan jurus kedua yaitu blogging, namun bedanya disini kita tidak membuat konten tulisan, melainkan konten video.

Strateginya pun sama, rajin posting dan konsisten.

Misal teman-teman berjualan sepatu, maka buatlah video-video tentang tips merawat sepatu, tips menyimpan sepatu, tips mengetahui sepatu asli atau KW, dan sebagainya.

 

Lalu, bagaimana cara membuat YouTube channel?

Nah, jika sudah di tahap ini kamu bisa membuat channel YouTube dengan klik ‘My Channel atau Channel Anda’ di pojok kanan atas yang berupa foto profil di akun Google. Lalu, muncul detail data profil dan menu My Channel. Kamu akan dikaitkan pada dashboard akun YouTube dan akan terlihat bahwa semua masih kosong. Selanjutnya kamu bisa klik ‘Customize Channel’ dan memulai channel YouTube dengan mengupload sebuah video.

Untuk menyempurnakan channel Youtube, tambahkan foto profil beserta deskripsinya.

 

Langkah-langkah membuat konten YouTube yang bisa mengundang ribuan viewers

Kenali Audiens Anda
Sebelum langsung terjun membuat konten YouTube, hal pertama yang harus dilakukan adalah mencari tahu target audiens Anda. Jika Anda sendiri sudah pernah meng-upload video YouTube di channel Anda, maka Anda bisa melihat analytics dari YouTube soal data audiens yang menonton video Anda, mulai dari gender, umur, hingga negara asal.

Anda pun juga bisa melihat komentar dari para viewers soal konten video seperti apa yang ingin ditonton. Jika memang Anda baru ingin bekerja sebagai YouTuber, tetapkan terlebih dahulu tema channel Anda. Apakah ingin menjadi seorang beauty atau gaming vlogger? Apapun itu, analisis lagi target audiens dari setiap tema yang ingin diangkat.

Konsep Video Harus Menarik dan Bermanfaat
Setelah tahu tema channel YouTube yang ingin dibuat, sekarang waktunya membuat konten YouTube yang berkualitas! Mari mulai dengan melakukan riset tren video. Nah, tren video ini harus sehubungan dengan tema channel Anda, ya. Misalnya, lihat tren seputar produk kecantikan jika Anda merupakan seorang beauty vlogger.

Setelahnya, Anda perlu membuat storyboard agar saat syuting video nanti, semuanya berjalan lancar. Pastikan bahwa alurnya sudah pas, mulai dari introduction, pembahasan, dan juga closing. Satu hal lagi, buatlah video yang bermanfaat dan membantu viewers agar mereka tertarik untuk membagikan video tersebut. Misalnya, video berisi tips, motivasi dari pakar ahli, ulasan produk, dan tutorial.

Pakai Judul dan Thumbnail yang Buat Orang Penasaran
Anda pasti pernah dengar istilah clickbait. Nah, clickbait ini sebetulnya perlu banget, tetapi harus digunakan dengan hati-hati. Jangan sampai judulnya tidak sesuai dengan isi video, nanti penonton malah akan kecewa dan dislike video Anda.

Pertama-tama, cari keywords yang sedang trending untuk nanti disisipkan di bagian judul dan deskripsi video. Gunakan Google Keyword Planner dan Google Trends untuk membantu Anda. Lalu, pastikan juga judul video tidak terlalu panjang. Anda bebas menggunakan caps lock bila ingin judul yang terkesan lebih meriah.

Pakai Hashtag Biar Video Semakin Trending
Hashtag tidak hanya dipakai di media sosial seperti Instagram dan Twitter, tetapi juga penting sekali untuk menaikkan views video di YouTube. Banyak orang yang suka mengabaikan tahap ini dalam membuat konten YouTube, padahal video yang menggunakan hashtag yang tepat akan memuncaki kolom pencarian di YouTube.

Caranya juga mudah, Anda bisa memasukkan hingga 40 hashtag sekaligus di bagian terbawah deskripsi video. Gunakan keywords yang sudah Anda cari sebelumnya yang memiliki search volume tinggi.

Masukkan Link Video Terdahulu ke Dalam Video Baru
Cara ini hanya berlaku bagi Anda yang sudah pernah membuat konten YouTube. Anggap saja ini cara mempromosikan video-video sebelumnya yang sudah di-upload. Anda bisa memasukkan link video terdahulu di bagian kanan atas video saat video tengah berjalan, cukup dengan edit video ketika akan di-upload di YouTube. Masukkan link ketika video sedang membahas konten atau topik yang berhubungan dengan video sebelumnya. Anda juga bisa memasukkan link video ke bagian deskripsi video. Dengan begini, kemungkinan subscribers menambah akan semakin besar!

Atur Jadwal Upload Video
Satu lagi yang tidak boleh dilupakan, yakni jadwal Anda upload video ke YouTube. Selain untuk meningkatkan jumlah viewers, cara ini juga penting dilakukan supaya Anda tidak kewalahan harus syuting dan edit video setiap hari. Disarankan untuk meng-upload video di hari kerja karena biasanya orang lebih banyak menghabiskan waktu bersama keluarga di akhir pekan.

Jam 2 siang sampai 4 sore di hari Senin sampai Rabu dianggap menjadi waktu yang pas untuk upload video ke YouTube. Selain itu, jam 12 siang sampai 3 sore setiap hari Kamis dan Jumat juga banyak dipilih oleh para YouTubers sebagai jadwal upload video.

Itu dia tips membuat konten YouTube yang berkualitas dan ramai viewers. Untuk itu, Anda memerlukan perangkat video seperti kamera, tripod, box light, green screen, mikrofon, headphone, dan juga laptop baru untuk menunjang proses syuting dan editing video.

 

Cara Membuat Video Youtube Dari Video orang lain dan bisa di monetize

Tahukah teman teman bahwa ternyata kita bisa ambil video orang lain untuk kita edit lagi dan upload ulang dan diperbolehkan, bahkan kita bisa moetize dengan adsense .. ya itu lah yang disebut creative common

ketika upload youtube — > default adalah copyright .. maka sebenarnya ketika kita ambil video orang lain dan upload ulang , itu tidak akan bisa .. biasanya akan di reject langsung oleh youtube ..

tapiii ….

ada pilihan creative commons — > ada orang yg upload youtube dan membolehkan orang lain utk upload ulang video si empunya …

biasanya si empunya ingin videonya lebih tersebar lebih banyak , pengen terkenal dll ..

dan asiknya creative common — > bisa monetize asal lagunya diganti !!! yg free

 

Kalau teman-teman ingin belajar lebih dalam lagi, bisa ikut webinarnya, cek jadwalnya disini: https://bisnisdaring.id/webinarsbm